Bingung Cara Merawat Bonsai ? Ini Triknya

Apa pendapat anda ketika melihat tanaman yang seharusnya besar dan tinggi tiba-tiba tumbuh di sebuah pot yang ukurang sedang ? Apa anda juga pernah mendengar tanaman yang tidak bisa tinggi alias cebol ? Nah tanaman unik dinamakan BONSAI.

Namanya seperti bahasa Jepang ya ? Memang benar, terobosan ini ditemukan oleh orang Jepang dimana tanaman pendek alias Bonsai ini memanglah pohon-pohon yang seharusnya menjulang tinggi dan besar.  Namun tanaman ini memang sengaja di kerdilkan dengan tujuannya untuk menampilkan miniatur dari pohon asli yang besar dan sudah tua di alam bebas.

Untuk di negara asalnya Jepang, bonsai diapresiasi dari keindahan bentuk daun, dahan, batang dan akar pohonnya. Bahkan, pot yang digunakan untuk wadah bonsai bisa menjadi penilaian untuk keindahan bonsai itu sendiri.

Petani Indonesia mungkin ada yang mencoba memelihara bonsai ? nah ada beberapa hal yang harus anda perhatikan jika memelihara bonsai agar tidak layu bahkan mati, mengingat Petani Indonesia pasti mahal ketika membelinya kan ?

  • Penggantian Pot

Setiap minimal satu tahun sekali, Petani Indonesia harus rajin dan mau mengganti pot tempat bonsai tersebut tubuh. Hal ini ditujukan untuk mendorong pertumbuhan akar baru pada pohon tersebut. Meskipun kerdil bukan berarti pertumbuhannya berhenti, hanya saja dalam pohon bonsai pertumbuhan berjalan lambat.

Pot sendiri seharusnya memiliki lubang, sehingga ketika disiram maka air yang lebih akan keluar dari pot. Kebanyakan kesalahan Petani Indonesia dan teman-teman semua hanya menyiram tanpa memperhatikan ukuran pot dan juga penyiramannya.

  • Memerlukan Matahari

Bonsai memerlukan sinar matahari, terutama pagi hari karena sinar matahari pagi masih sedang intensitasnya dan sangat menyegarkan. Anda bisa menjemur bonsai di pagi hari sambil menyiramnya.Namun tetap harus berjaga karena terlalu banyak paparan sinar matahari justru merusak bonsai.

Selain matahari pagi Petani Indonesia juga bisa menjemurnya saat sore hari sehingga bonsai mendapatkan sinar matahari dan tetap bisa berfotosintesis dengan baik. Meskipun memang pertumbuhannya dibuat lambat.

  • Penyiraman

Selanjutnya adalah penyiraman yang digunakan untuk membuat akar bonsai bisa menyerap air dan tetap bisa hidup. Terkadang karena terkendala oleh pot dan juga media tanam bonsai sulit mendapatkan air, padahal yang paling penting adalah air.

Untuk Petani Indonesia yang memiliki bonsai dan ingin melakukan perawatan, anda bisa melakukan penyiraman di pagi dan sore hari pada musim penghujan.Selain itu perhatikan pot yang anda gunakan harus bolong agar air bisa keluar, jika tidak maka jangan menyiram bonsai sembarangan.

Gunakan penyemprot air khusus dengan partikel yang kecil untuk menyegarkan tanaman bonsainya. Jangan disiram karena memang mengundang masalah nantinya, yang ada bonsainya mengalami kebusukan atau permasalahan lain akibat terendam air siramannya. Terutama jika musim hujan datang.

  • Penyiangan

Daya tarik bonsai adalah keindahan, namun tidak ada yang pernah tahu seberapa lama bonsai bertahan. Dimana ada kalanya gulma juga tumbuh di sekitaran pohon bonsai tersebut. Sehingga mengganggu pertumbuhan bonsai dan akhirnya parasit. Karena gulma itu juga memakan nutrisi yang ada bahkan hal kecil seperti air sekalipun.

Untuk itu, Petani Indonesia yang melakukan perawatan tanaman bonsai harus melakukan penyiangan. Dimana anda bisa mersihkan rumput-rumput atau gulma yang tidak berguna secepat mungkin sebelum tumbuh besar dan menyebar.

  • Pemupukan

Pupuk yang diberikan pada bonsai sebenarnya bukan menstimulasi untuk tumbuh namun hanya menambah asupan saja agar lebih bernutrisi dan sehat. Jika kesulitan memperolehnya. Anda bisa memberikan pupuk murah yang mengandung bahan unsur-unsur hara makro seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) dengan perbandingan yang sesuai dengan kebutuhan bonsai. Jika anda melakukan pemupukan rutin maka bonsai akan tetap terlihat indah.

2 comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *