Cara Budidaya Baby Kailan Mudah

Siapa yang tidak tahu tanaman baby kailan ? dimana tanaman ini, merupakan sebuah tanaman yang tidak banyak digunakan oleh banyak masyarakat Indonesia dan banyak digunakan oleh masyarakat di luar negeri. Di Indonesia sendiri banyak yang memilih mengonsumsi sawi karena lebih banyak dan lebih mudah.

Kailan sendiri merupakan salah satu sayur yang berasal dari China. Fakta seperti ini yang menyebabkan petani indonesia banyak menyebut brokoli Cina ataupun kale Cina. Kailan sendiri memiliki rasa yang memang mirip dengan sawi namun batangnya cukup tebal berwarna hijau dan memiliki bunga berukuran kecil. Sehingga jika dilihat-lihat memang berbentuk seperti brokoli atau kembang kol.

Ketika kalian mencoba untuk membeli dan mengonsumsi makanan Kailan maka bagian bunga dan batangnya yang bisa dimasak dan juga dimakan. Penggunaan kailan sebagai bahan masakan sebenarnya sangat bermanfaat untuk tubuh, dimana banyak sekali kelebihan seperti  vitamin B, vitamin C, serat, antioksidan, zat besi, kalsium, dan zat-zat baik lainnya. Berikut ini cara menanam tanaman baby kailan yang mudah dan juga sederhana :

1. Persiapan lahan dan Pembajakan

Pertama yang bisa anda lakukan adalah mempersiapkan lahan. Dimana media tanam merupakan jenis tanah yang memang harus gembur dan subur. Karena tanahnya harus yang lembut mengingat tanamannya sangat lembut dan mudah tumbuh. Setelah itu anda bisa membajak media lahan dengan kedalaman lebih 15 sampai dengan 20 cm. Untuk mendapatkan hasil yang memang optimal. Anda juga bisa melakukan pembajakan dengan kedalaman sekitar 30 cm selama satu minggu agar terkena matahari. Sama halnya dengan Tips Ampuh Menanam Pohon Durian Agar Berbuah Lebat.

Selain itu mengajak kembali sambil bersihkan lahan dengan semua hal yang dianggap mengganggu seperti halnya batu, gulma dan akar rumput lainnya. Karena Kailan memang tanaman yang akan mati dan kalah jika diserang oleh hama dan juga gulma. Petani Indonesia juga boleh memberikan kotoran hewan dengan perhitungan 15 – 20 ton /ha agar media tanam menjadi subur sehingga nantinya akan mendukung kesuburan tanaman yang ada. Untuk media tanam bisa dengan menggunakan ukuran lebar 120 cm serta panjang 3 – 5 meter sementara lebar drainase adalah 50 cm.

2. Persiapan bibit

Selanjutnya adalah persiapan bibit untuk persemaian. Dimana ada dua minggu sebelum waktu tanam, dimana biji semai dalam barisan yang memiliki jarak minimal 5 cm. Dimana bibit yang telah berumur 1 bulan kemudian. Sedangkan setelah selesai anda bisa memindahkan ke tanah langsung yang sudah dibuat dengan jarak tanam yang dibuat yaitu 50 x 60 cm, dalam setiap hektar diperkirakan dibutuhkan benih sebanyak 150 – 300 gram.

3. Penanaman

Petani Indonesia biasanya menanam Kailan sebanyak 3-4 minggu dari awal disemaikan. dimana untuk menjaga jarak pertumbuhannya maka menggunakan ajrak tertentu. Waktu idealnya sendiri untuk penanaman yaitu  sore hari karena cuaca cenderung sejuk. Karena Indonesia termasuk yang memiliki panas dan waktu tropis sehingga Kailan membutuhkan penanaman di dataran tinggi. Penanaman kailan tidaklah sulit, asal jangan terlalu ditanam dalam dan juga terlalu luar karena akan dimakan hama.

4. Pemeliharaan

Ketika anda melakukan pemeliharaan pada tanaman baby Kailan ada beberapa tahapan yang harus anda lakukan diantaranya :

  • Pemupukan
  • Penyiraman
  • Penyulaman
  • Penyiangan
  • Pengendalian hama dan penyakit

5. Proses panen

Baby Kailan merupakan tanaman yang sudah bisa dipanen ketika usia 7 sampai dengan 8 minggu dari waktu tanam. Cara memanennya dengan mencabut tanaman dengan akarnya dan kemudian dibersihkan dengan air. Anda harus memeriksa terlebih dahulu apakah tanaman tersebut sudah bersih atau mungkin ada hama dan gulma yang menyerang. Selain itu, Hati-hati saat melakukan proses pencabutan dibagian batang dan juga daun jangan sampai tergores karena bisa mempengaruhi mutu.

Kailan yang sudah dipanen jangan terlalu lama ditaruh diladang karena iklim diladang mungkin tidak selalu cocok untuk kailan. Biasanya langsung layu dan tidak akan bisa dikonsumsi. Sehingga setelah memetik usahakan untuk mengolahnya langsung. Setelah selesai segera angkut kailan yang sudah di panen dan letakan dalam sebuah ruangan beriklim sejuk. Anda juga harus bisa hindari dari sinar matahari langsung karena dapat menyebabkan Kailan menjadi layu dan tidak lagi segar. Proses panen ini hanya bisa dilakukan sekali saja. Satu kali penyemaian maka satu kali pengurusan dan juga satu kali pemanenan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *