Kelebihan dan Kekurangan Perbanyakan Tanaman dengan Stek

Apa Itu Stek ?

Stek merupakan cara perbanyakan tanaman secara vegetatif buatan dengan menggunakan sebagian batang, akar, atau daun tanaman untuk ditumbuhkan menjadi tanaman baru. Keberhasilan perbanyakan dengan cara stek ditandai terjadinya regenerasi akar dan pucuk pada bahan stek sehingga menjadi tanaman baru. Regenerasi akar dan pucuk dipengaruhi oleh faktor intern yaitu tanaman itu sendiri dan faktor ekstern atau lingkungan. Salah satu faktor intern yang mempengaruhi regenerasi akar dan pucuk adalah fitohormon yang berfungsi sebagai zat pengatur tumbuh.

Faktor intern yang paling penting dalam mempengaruhi regenerasi akar dan pucuk pada stek adalah faktor genetik. Jenis tanaman yang berbeda mempunyai kemampuan regenerasi akar dan pucuk yang berbeda pula. Untuk menunjang keberhasilan perbanyakan tanaman dengan cara stek, tanaman sumber seharusnya  adalah:

  1. Status air. Stek lebih baik diambil pada pagi hari dimana bahan stek dalam kondisi turgid.
  2. Temperatur. Tanaman stek lebih baik ditumbuhkan pada suhu 12°C hingga 27°C.
  3. Cahaya. Durasi dan intensitas cahaya yang dibutuhkan tamnaman sumber tergantung pada jenis tanaman, sehingga tanaman sumber seharusnya ditumbuhkan pada kondisi cahaya yang tepat.
  4. Kandungan karbohidrat. Untuk meningkatkan kandungan karbohidrat bahan stek yang masih ada pada tanaman sumber bisa dilakukan pengeratan untuk menghalangi translokasi karbohidrat. Pengeratan juga berfungsi menghalangi translokasi hormon dan substansi lain yang mungkin penting untuk pengakaran, sehingga terjadi akumulasi zat-zat tersebut pada bahan stek. Karbohidrat digunakan dalam pengakaran untuk membangun kompleks makromolekul, elemen struktural dan sebagai sumber energi. Walaupun kandungan karbohidrat bahan stek tinggi, tetapi jika rasio C/N rendah maka inisiasi akar juga akan terhambat karena unsur N berkorelasi negatif dengan pengakaran stek (Hartmann et al, 1997).

Kelebihan Stek Terhadap Tanaman

Ada banyak keuntungan yang kita dapatkan dari tanaman yang yang di lakukan stek, diantarany adalah:

  1. Tanaman memiliki sifat yang sama dengan indukannya, terutama pada bentuk buah, warna, rasa dan juga bentuknya.
  2. Tanaman stek dapat kita tanam pada tempat dengan permukaan tanahnya yang dangkal, karena tanaman stek memiliki akar tunggang.
  3. Perbanyakan tanaman buah menggunakan metode stek merupakan perbanyakan yang sangat mudah dan praktis.
  4. Stek bisa dikerjakan dengan cepat, mudah, murah dan juga tidak memerlukan tekhnik khusus seperti halnya dengan metode mencangkok dan juga okulasi.
bontangkreatif.blogspot.com

Kerugian Stek Terhadap Tanaman

  1. Akar dangkal dan tidak ada akar tunggang, itu dapat membuat tanaman roboh saat terjadi angin yang kencang.
    2. Tanaman tidak tahan kekeringan saat terjadi musim kemarau yang panjang.
  2. Akar dangkal dan tidak ada akar tunggang, itu dapat membuat tanaman roboh saat terjadi angin yang kencang.
    2. Tanaman tidak tahan kekeringan saat terjadi musim kemaru yang panjang.

Seperti halnya dengan teori yang kita pegang sekarang bahwa tumbuhan yang berpembuluuh merupakan perkembangan lanjutan dari satu kelompok tumbuhan talu yang berklorofil (zat tumbuhan hijau).

Seperti Charophyta, Batang adalah perkembangan dari talus yang setelah itu kemudian terdirensasikan oleh jaringannya dan membentuk jaringan pembuluh. Akar merupakan salah satu perkembangan dari batang yang berada di dekat permukaan tanah yang mengalami spesialisasi yang digunakan sebagai alat penyerap air.

Daun sejati, yang sebagian besar tumbuhan pembuluh memilikinya, dianggap bahwa bentuk dari penyatuan ranting-ranting yang kecil saling bersandingan dan kemudian membawa klorifil serta pigmen-pigmen yang lainnya.

Teori inilah yang kemudian dikenal dengan teori megaphyll. Daun Lycophyta sering juga dianggap terbentuk dari evolusi yang lain, yaitu terbentuk dari sporangium yang mana evolusi ini dikenal dengan teori microphyll.

Related Posts :

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *