Menanam Bawang Merah dengan 5 Tahap Jitu

Untuk menanam bawang merah para Petani Indonesia tentu memikirkan banyak hal atau tambahan.Mengingat bawang murah bukanlah tanaman yang mudah di tanam. Ketika musim hujan datang maka menjadi  hambatan bagi beberapa petani Indonesia. Bawang merah sendiri sama halnya dengan Tips Menanam Buah Matoa Papua dengan Mudah dimana bawang merupakan salah satu komoditas rempah-rempah yang paling dicari dan dibutuhkan oleh semua masyarakat di Indonesia. Kebutuhan akan bawang merah tiap tahun semakin meningkat ditunjang dengan kebutuhan akan bawang merah untuk berbagai olahan makanan. Pada awal tahun 90an Indonesia merupakan salah satu pengekspor bawang merah, namun sekarang menjadi salah satu pengimpor bawang merah terbesar di dunia.

Berikut ini tips dan trik ampuh bagaimana menanam bawang merah dengan tepat dan juga benar. Apa saja ?

Pengolahan Tanah

Media tanam atau tanah yang tersedia, harus dicampurkan dengan Pupuk kandang dan disebarkan di lahan dengan dosis 0,5-1 ton/ 1000 m2. Setelah itu kemudian digaru (biarkan + 1 minggu)Dibuat bedengan dengan lebar 120 -180 cm

Diantara bedengan pertanaman dibuat saluran air (canal) dengan lebar 40-50 cm dan kedalaman 50 cm. Apabila pH tanah kurang dari 5,6 diberi Dolomit/kapur pertanian dosis + 1,5 ton/ha disebarkan di atas bedengan dan diaduk rata dengan tanah lalu biarkan 2 minggu. Untuk mencegah serangan penyakit layu taburkan GLIO 100 gr (1 bungkus GLIO) dicampur 25-50 kg pupuk kandang matang, diamkan 1 minggu lalu taburkan merata di atas bedengan.

Pemilihan Bibit

Bibit bawang merah yang baik yaitu bibit yang telah di simpan selama 2-3 bulan, dan berasal dari tanaman yang dipanen pada usia 70 – 90 hari. Karena pada umur tersebut umbi yang dijadikan sebagai bibit telah memiliki titik-titik tumbuh akar. Umbi bakal bibit tersebut juga harus berasal dari tanaman yang sehat yang memiliki ciri seperti terlihat cerah, segar, tidak kisut, dan tidak terdapat warna hitam yang menjadi tanda adanya serangan penyakit yang di sebabkan jamur. Jangan menggunakan umbi yang terlalu kecil untuk bibit, karena bibit berukuran kecil akan membuat pertumbuhan tanaman kurang baik serta hasil yang sedikit. Umbi tersebut juga harus berukuran seragam, tidak terdapat luka, atau tidak sobek pada kulitnya.

unsplash.com

Teknik Penanaman

Untuk menanam bawang merah, bedengan yang telah disiapkan di beri lubang-lubang kecil dengan kedalaman kurang lebih sama dengan sama dengan bibit yang akan ditanam. Jarak tanam sekitar 15 x 15 cm atau 15 x 20 cm. Selanjutnya, umbi bibit dimasukan ke dalam lubang dengan meletakkan bagian ujung pada sisi atas.

Diusahakan untuk tidak menanam terlalu dalam karena mempermudah pembusukan. Ujung umbi sebaiknya ditutup sedikit dengan tanah, sebab jika tanah yang menutupi terlalu tebal, akan dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Setelah proses penanaman selesai, bedengan disiram dengan air.

Penyiraman

Yang perlu diingat bahwa bawang merah memerlukan banyak air NAMUN tidak bisa tahan terhadap genangan atau tanah yang becek. Penyiraman sebaiknya dilakukan menggunakan gembor. Untuk tanaman berumur 0 -10 hari, penyiraman dilakukan 2 (dua) kali yakni pagi dan sore hari, sedangkan sesudah umur tersebut penyiraman cukup dilakukan sekali sehari (sebaiknya dilakukan pada pagi hari.

Pemanenan

Ciri-ciri tanaman bawang merah yang sudah layak untuk dipanen adalah setelah batang lemas atau roboh, normalnya ini terjadi pada usai tanam 60 sampai dengan 90 hari namun semua tergantung dari media lahan, cara tanam dan perawatan. Selain itu adalah bentuk umbi yang sempurna, sebagian sudah nampak di permukaan tanah, umbi sudah berwarna merah tua atau keunguan dan berbau khas bawang merah. Bawang merah yang sudah panen biasanya langsung dimasukan kedalam karung dan memiliki berbagai ukuran dan timbangan yang berbeda diakhirnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *