Teknik Budidaya Jamur Kuping yang Benar dan Tepat

Jika membicarakan mengenai jamur ada dua jenis jamur di dalam dunia tumbuhan, jenis pertama yaitu jamur yang memang berbahaya jika dimakan dan menyebabkan penyakit bahkan hingga kematian dan kedua jamur yang justru bisa dikonsumsi dan dimakan. Dari sekian banyak jenis jamur ada satu jenis yang cukup banyak diminati oleh masyarakat yaitu Jamur Kuping.

Jamur kuping adalah salah satu jenis jamur yang banyak dimasak dan bisa ditemukan di sisa tumbuhan khususnya kayu yang lembab. Dimana jamur ini juga memiliki banyak keluarga yang tidak bisa dikonsumsi. Untuk itu banyak petani yang memutuskan untuk membudidayakannya dibanding mencari di alam liar karena khawatir salah konsumsi.

Nah hal ini bisa menjadi kabar baik untuk anda yang ingin membudidakan jamur kuping mengingat sangat jarang petani yang tertarik untuk membudidayakan jamur ini karena dianggap sulit, padahal sangat mudah. Bagaimana tahapannya ?

1. Persiapan Bibit Jamur Kuping

Sama halnya dengan tanaman lain, fase pertama yang harus anda siapkan yaitu mempersiapkan bibit jamur kuping. Dimana anda bisa membeli bibit tersebut di tempat pembudidayaan jamur kuping dengan skala besar. Pada skala tersebut mereka tidak hanya menjual hasil namun juga bibit yang digunakan untuk usaha budidaya. Anda bisa memilih bibit F4 yang telah siap pakai.

2. Menyiapkan Media Tanam Jamur Kuping

Setelah menyediakan bibitnya anda harus menyiapkan media tanam jamur. Untuk jamur kuping anda bisa menggunakan serbuk gergaji kayu, khususnya kayu yang bagus untuk bangunan biasanya karena kuat dan bernutrisi. Gergaji tersebut yang sudah diayak 85-90%, kemudian dicampurkan dengan bekatul 10-15%, kapur CaCO3 1-3%, serta air yang secukupnya saja. Setelah itu anda bisa mencampurkan bahan – bahan tersebut sampai rata.

3. Fermentasi Media Tanam Jamur Kuping

Selanjutnya adalah tahapan fermentasi media tanam. Tujuan utamanya yaitu bisa menghasilkan media yang ideal untuk pertumbuhan jamur kuping serta media tanam yang bernutrisi bagus. Untuk proses fermentasinya dilakukan selama maksimal 5 hari dan suhu akan meningkat hinga 70 derajat celcius.
Namun agar fermentasinya bisa merata, maka anda harus melakukan pembalikan media tanam saat hari ke-3. Media tanam siap digunakan jika sudah berwarna coklat agak kehitaman.

4. Pembuatan Baglog Jamur Kuping

Selanjutnya adalah pembuatan baglog dengan menggunakan media tanam yang telah difermentasi. Media dimasukan kedalam kantong plastik yang tahan terhadap pana. Ukuran ideal plastiknya yaitu dengan kapasitas 1 Kg, ukuran 30×20 cm dan ketebalan 0,5 mm sampai setinggi 20 cm.
Setelah itu, padatkan media sampai menyerupai baglog dengan bagian atas yang berbentuk seperti botol. Dengan bentuk leher plastik mengerucut, hal ini ditujukan agar ring mudah masuknya. Setelah itu tutup mulut botol dengan kapas dan pasang penutup baglog dengan plastik penutup. Sehingga ketika strelisasi tidak akan ada air masuk.

5. Sterilisasi Jamur Kuping

Jika anda ingin membudidayakan jamur ada tahapan yang berbeda dari yang lainnya, yaitu menguapi media dengan suhu tinggi yang disebut sebagai sterilisasi.  Tahapan ini menggunakan suhu panas 950 – 1200 C dalam waktu sekitar 6-8 jam. Baglog yang sudah di sterilisasi lalu didiamkan diruang inokulasi sampai suhunya kembali menjadi normal, tujuannya untuk mematikan mikroba yang ada pada media tanam terutama pada serbuk.

6. Inokulasi Jamur Kuping

Setelah media tanam kembali kering dan siap digunakan, maka akan ada tahapan inokulasi dimana ruangan serta proses kerjanya diharuskan dalam keadaanya yang steril. Selain itu, ruangan tersebut harus memiliki dan sirkulasi udara yang baik.

7. Inkubasi Jamur Kuping

Jika sudah selesai maka anda bisa menggunakan trik yang satu ini agar miselium tumbuh. Dimana jamur kuping cepat tumbuh, dengan kondisi suhu 280-350 C, kelembaban 80%, dan juga cahaya lampu TL 60 watt.
Inkubasi layaknya bayi ini bisa dilakukan 4 hingga 8 minggu dengan ditandai pertumbuhan miselium, seperti warna putih yang telah memenuhi baglog.

8. Panen Jamur Kuping

Ketika panen Jamur Kuping memang memiliki waktu yang tidak merata. Dimana saat umurnya 3-4 minggu saat pembentukan calon tubuh buah. Untuk 6 bulan penanaman, anda bisa melakukan panen sebanyak 3 kali dan berbeda-beda jumlah panennya. Karena kembali lagi bahwa Jamur Kuping memiliki waktu panen yang berbeda.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *