Terong Jepang “Nasubi” Si Kecil Pencegah Kanker

Terong merupakan salah satu sayuran yang banyak dikonsumsi Petani Indonesia. Baik jenis terong hijau ataupun terong ungu, keduanya menjadi andalan masakan di Indonesia. Bukan hanya masakan terkadang banyak orang mengonsumsinya dengan cara mentah dan hanya dicuci saja sebagai “lalapan”.

Nah kali ini ada terong yang berhasil dibudidayakan oleh Petani Indonesia. Dimana terong ini diklaim sebagai terong yang bisa mencegah penyakit kanker. Terong yang sama-sama berwarna ungu ini disebut terong Jepang “Nasubi”. Berikut ini ulasan mengenai terong dan apa saja manfaatnya selain mencegah kanker.

Asal Dari Jepang

youtube.com

Tanaman terong jepang ataupun lebih populer dengan nasubi merupakan salah satu sayuran yang memang banyak dibudidayakan di Jepang. Terong ungu ini berbeda dengan jenis terong yang ada di Indonesia, kulitnya lebih mengkilap dan bentuknya lebih besar serta beberapa lebih bulat. Selain itu terong jepang nasubi ini memiliki daging yang agak lebih tebal sehingga terlihat seperti buah yang rasanya enak.  Terong jepang ini merupakan jenis terong satu-satunya yang ada di Negara Sakura tersebut dan tidak ada jenis lainnya.

Budidaya Terong Jepang Nasubi

hartinifarm.com

1. Untuk menanam terong jepang nasubi, pertama anda membutuhkan bibitnya atau benih langsung yang bisa dibeli di beberapa toko pertanian. Namun rata-rata mereka sendiri mendapatkannya secara impor. Dalam satu bungkus bibit biasanya hanya beberapa butir benih saja sehingga anda harus memanfaatkanya dengan benar.

2. Seperti halnya pada tanaman  terong pada umumnya, terong Jepang bisa ditanam dari dataran rendah hingga diketinggian 1.000 Meter diatas permukaan air laut. Namun demikian, tanaman ini membutuhkan lahan yang tanahnya harus memiliki cukup banyak kandungan bahan organik atau bisa dilakukan dengan menambahkan pupuk kandang atau kompos pada lahan yang selain itu juga membutuhkan drainase yangbagus dan juga pH tanah yang berkisar antara 5 – 6.

3. Bibit yang ada jangan langsung ditanam di tanah karena akan hilang atau tercuci. Maka ada baiknya dilakukan penyemaian. sebelum disemai, benih dirandam dulu dalam air dan dibungkus semalaman dengan kain atau handuk. Setelah itu berulah benih disemai, selain itu jangan langsung terkena matahari dan biarkan dinaungi oleh plastik dulu. Biasanya benih akan berkecambah setelah seminggu. Ketika benih sudah 10 – 15 hari beri penyemprotan dengan pestisida dan ZPT untuk menghindari penyakit persemaian dan merangsang pertumbuhan.  Setelah bibit berumur 20 – 25 hari atau berdaun 3 – 4 helai dengan tinggi sekitar 15 cm.

4. Untuk pemeliharaan dan pemupukan susulan, setiap lubang pada penanaman terong di tanah beri campuran pupuk  UREA, TSP, KCI, dan NPK dengan perbandingan 2 : 1 : 1 : 1. Dengan ukuran dosis 50 – 100 gr / batang tanaman. Posisi bibit harus tegak lurus, lalu disiram dengan air namun jangan sampai kondisi tergenang. Untuk menjaga tanaman tetap tumbuh tegak lurus, batang tanaman diikatkan pada  sebuah ajir atau batang bambu kecil dan tancapkan. Sekitar 20 / 25 hari kemudian, lakukan pemupukan kembali  dengan jenis dan dosis yang sama. Lalu setelah 15 – 20 hari dipupuk lagi dengan pupuk yang sama. Setelah itu 20 hari sekali dipupuk dengan NPK.

5. Membicarakan mengenai hama dan penyakit yang menyerang karena terong jepang nasubi dianggap “manis” maka akan banyak hama dan gulma yang ada di lahan. Anda harus sering-sering menyiangi gulma yang ada mengingat dia akan ikut membelit disulur. Selain itu ketika ada hama anda bisa menggunakan pestisida organik. Pemanfaatan Limbah Tahu Pestisida Organik mungkin bisa anda gunakan dari Petani Indonesia untuk mengusir hama yang mengganggu apalagi sampai merusak terong anda dan menggagalkan panen anda. Hindari penggunaan kimia karena terong akan dikonsumsi.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *